-->

Ads 720 x 90

Contoh dan Jawaban Soal Unsur-Unsur Drama

Judul materi : Unsur Unsur Drama
Materi Kelas : Kelas 8 (Delapan)
Tema Materi : Drama-Drama Kehidupan
Soal : Kegiatan 8.2
Bab : 8 Bahasa Indonesia
Halaman : 207
Contoh dan Jawaban Soal Unsur-Unsur Drama

Ringkasan Materi :
Contoh dan Jawaban Soal Unsur-Unsur Drama bahwa pada teks berita. Soal terdapat pada buku paket Bahasa Indonesia kelas 8 kurikulum 2013 revisi 2017. untuk jawaban yang ada di blog ini merupakan olah pikir dari admin yang sengaja di share untuk sebagai bahan reverensi jawaban yang benar dan baik dalam evaluasi belajar bahasa indonesia.

Berikut Teks drama " Ketika pangeran Mencari Istri "
Suatu ketika, terdapat sebuah kerajaan yang diperintah seorang raja yang bijaksana. Namanya Raja Henry. Raja Henry memiliki seorang anak bernama Pangeran Arthur. Pada suatu hari, datanglah seorang pemuda pengembara. Ia datang ke kerajaan dan menemui Pangeran yang sedang melamun di taman istana.
Pengembara : ”Selamat pagi, Pangeran Arthur”
Pangeran Arthur : ”Selamat pagi. Siapakah kau?”
Pengembara : ”Aku pengembara biasa. Namaku heo. Kudengar, Pangeran sedang bingung memilih calon istri?”
Pangeran Arthur : ”Ya, aku bingung sekali. Semua wanita yang dikenalkan padaku, tidak ada yang menarik hati. Ada yang cantik, tapi berkulit hitam. Ada yang putih, tetapi bertubuh pendek. Ada yang bertubuh semampai, berwajah cantik, tetapi tidak bisa membaca. Aduuh”
Pengembara : ”Hmm, bagaimana kalau kuajak Pangeran berjalan-jalan sebentar. Siapa tahu di perjalanan nanti Pangeran bisa menemukan jalan keluar.”
Pangeran Arthur : ”Ooh, baiklah.”
Mereka berdua lalu berjalan-jalan ke luar istana. heo mengajak Pangeran ke daerah pantai. Di sana mereka berbincang-bincang dengan seorang nelayan. Tak lama kemudian nelayan itu mengajak pangeran dan heo ke rumahnya.
Nelayan : ”Istriku sedang memasak ikan bakar yang lezat. Pasti Pangeran menyukainya.”
Istri nelayan : Datang dari dapur untuk menghidangkan ikan bakar. ”Silakan Tuan-tuan nikmati makanan ini.”Kembali lagi ke dapur
Pengembara : ”Wahai, Nelayan Mengapa engkau memilih istri yang bertubuh pendek?”
Nelayan : Tersenyum. ”Aku mencintainya. Lagi pula, walau tubuhnya pendek, hatinya sangat baik. Ia pun pandai memasak.”
Pangeran Arthur : Mengangguk-angguk Selesai makan,
Pangeran Arthur dan pengembara itu berterima kasih dan melanjutkan perjalanan. Kini heo dan Pangeran Arthur sampai di rumah seorang petani. Di sana mereka menumpang istirahat. Mereka beberapa saat bercakap dengan Pak Tani. Lalu, keluarlah istri Pak Tani menyuguhkan minuman dan kue- kue kecil. Bu Tani bertubuh sangat gemuk. Pipinya tembam dan dagunya berlipat- lipat. Kemudian, Bu Tani pergi ke sawah,
Pengembara : ”Pak Tani yang baik hati. Mengapa kau memilih istri yang gemuk?”
Pak Tani : Tersenyum. ”Ia adalah wanita yang rajin. Lihatlah, rumahku bersih sekali, bukan? Setiap hari ia membersihkannya dengan teliti. Lagipula, aku sangat mencintainya.”
Pangeran Arthur : Mengangguk-angguk. Pangeran dan heo lalu pamit, dan berjalan pulang ke Istana. Setibanya di Istana, mereka bertemu seorang pelayan dan istrinya. Pelayan itu amat pendiam, sedangkan istrinya cerewet sekali.
Pengembara : ”Pelayan, mengapa kau mau beristrikan wanita sebawel dia?”
Pelayan : ”Walaupun bawel, dia sangat memperhatikanku. Dan aku sangat mencintainya.”
Pangeran Arthur : Mengangguk-angguk. ”Kini aku mengerti. Tak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dengan calon istriku. Yang penting, aku mencintainya dan hatinya baik.”
Pengembara : Bernapas lega, lalu lalu membuka rambutnya yang ternyata palsu. Rambut aslinya ternyata panjang dan keemasan. Ia juga membuka kumis dan jenggot palsunya. Kini di hadapan Pangeran ada seorang puteri yang cantik jelita. ”Pangeran, sebenarnya aku Puteri Rosa dari negeri tetangga. Ibunda Pangeran mengundangku ke sini. Dan menyuruhku melakukan semua hal tadi. Mungkin ibundamu ingin menyadarkanmu.”
Pangeran Arthur : Sangat terkejut. ”Akhirnya aku dapat menemukan wanita yang cocok untuk menjadi istriku.”
Pangeran Arthur dan Puteri Rosa akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.
Disadur dari cerita Sa’adutul Hurriyah dalam Bobo, No. 8XXVIII

Kegiatan 8.2
1. Bacalah kembali contoh teks drama di atas!
2. Bersama 4–6 orang teman, diskusikankah unsur-unsur pembangun
drama tersebut!
3. Simpulkan pula unsur-unsur teks tersebut berdasarkan daya tariknya!
4. Sajikanlah hasil diskusi kelompokmu dalam format sebagai berikut.

Jawaban :
Unsur Penjelasan
Tema Percintaan, alasannya Pada teks tersebut, menceritakan bagaimana seorang pangeran disadarkan untuk memiliki seorang istri yang dicintainya dengan ketulusan.
Amanat Syukurilah apa yang kamu dapatkan.
Tidak ada manusia yang sempurna.
Belajarlah menghargai kelebihan dan kekurangan orang lain.
Cintailah seseorang dengan ketulusan cintamu, bukan dari kecantikan.
Alur Alur Maju, Lihat penjelasan di bawah tabel ini
Tokoh Berdasarkan Sisi Keterlibatan Tokoh
Tokoh sentral (utama) : Pangeran Arthur
Tokoh bawahan : Puteri Rosa
Tokoh latar (pembantu) : Nelayan dan istrinya, petani dan istrinya, serta pelayan dan istrinya.

Berdasarkan Watak Penokohan
Tokoh Antagonis : Pangeran Arthur
Tokoh protagonis : Puteri Rosa
Pangeran Arthur : Mudah terpengaruh, mudah putus asa, egois
Puteri Rosa : Sabar, pantang menyerah, berani, peduli pada sekitar
Dialog Terdiri dari Orientasi, Komplikasi, resolusi
Latar Latar tempat : Taman istana, luar istana, rumah nelayan, rumah pak tani.
Latar waktu : Suatu ketika
Latar suasana : Menegangkan, Seru dan Bahagi
kesimpulan Drama berakhir happy ending, keterangan lihat dibawah tabel

A. Tema Teks
Tema merupakan inti drama yang menggambarkan keseluruhan isi cerita. Tema tertulis secara tidak langsung dalam sebuah drama yang ditampilkan atau disebut tersirat.

Tema dari drama "Ketika Pangeran Mencari Istri" adalah cinta.
Alasan : Pada teks tersebut, menceritakan bagaimana seorang pangeran disadarkan untuk memiliki seorang istri yang dicintainya dengan ketulusan.

B. Amanat Teks
Amanat merupakan pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca. Amanat dapat bersifat tersurat atau secara langsung, dan ada juga yang tersirat (makna tersembunyi) atau secara tidak langsung.

Amanat dari drama "Ketika Pangeran Mencari Istri" adalah
Syukurilah apa yang kamu dapatkan.
Tidak ada manusia yang sempurna.
Belajarlah menghargai kelebihan dan kekurangan orang lain.
Cintailah seseorang dengan ketulusan cintamu, bukan dari kecantikan.

C. Alur
Alur adalah jalan cerita yang menghubungkan sebab dan akibat.

Alur yang digunakan dalam drama "Ketika Pangeran Mencari Istri" adalah alur maju. Alur maju merupakan alur yang menceritakan drama dari awal hingga akhir secara urut.

Perkenalan
Merupakan tahap perkenalan para tokoh.
Terjadi saat pangeran berada di taman istana, dan kedatangan seorang pengembara.
Bukti : "Suatu ketika, terdapat sebuah kerajaan ........ sedang melamun di taman istana."

Konflik (Awal permasalahan)
Konflik merupakan tahap awal munculnya sebuah permasalahan.
Dimulai saat pangeran mengidamkan calon istri yang sempurna baginya.
Bukti : Ya, aku bingung sekali ....... Berwajah cantik, tapi tidak bisa membaca. Aduuh!"

Klimaks (Puncak masalah)
Klimaks merupakan puncak sebuah konflik/masalah.
Ditandai saat pengembara bertanya pada seorang nelayan, kenapa dia memilih istri yang bertubuh pendek.
Bukti : Wahai Nelayan! Mengapa engkau memilih istri yang bertubuh pendek?"

Antiklimaks (Awal penyelesaian)
Antiklimaks merupakan penyelesaian konflik pertama yang terjadi oada suatu drama atau cerita.
Terjadi saat nelayan menjelaskan kenapa dia memilih istri pendek, kenapa petani memilih istri gendut, dan kenapa pelayan memilih istri cerewet.
Bukti : "Aku mencintainya. Lagi pula, ....."
        : "Ia adalah wanita yang rajin .........."
        : "Walaupun bawel, dia sangat memperhatikanku ........"

Penyelesaian
Penyelesaian maerupakan tahap akhir, berupa kebahagiaan, atau kesedihan pada drama.
Saat tahap ini pangeran menyadari kesalahannya, dan ternyata pengembara tersebut adalah Puteri Rosa dari negara tetangga.
Bukti : "Pangeran sebenarnya aku Puteri Rosa ....... Ingin menyadarkanmu"
        : "Akhirnya aku dapat menemukan ...."

D. Penokohan
Tokoh merupakan pemeran dalam sebuah drama.
Berdasarkan Sisi Keterlibatan Tokoh
Tokoh sentral (utama) : Pangeran Arthur
Tokoh bawahan : Puteri Rosa
Tokoh latar (pembantu) : Nelayan dan istrinya, petani dan istrinya, serta pelayan dan istrinya.
Berdasarkan Watak Penokohan
Tokoh Antagonis : Pangeran Arthur
Tokoh protagonis : Puteri Rosa
Pangeran Arthur : Mudah terpengaruh, mudah putus asa, egois
Puteri Rosa : Sabar, pantang menyerah, berani, peduli pada sekitar

E. Dialog
Bagian dialog terdiri dari orientasi (awal masalah), komplikasi (puncak sebuah masalah), dan resolusi (penyelesaian masalah).

Orientasi
Orientasi merupakan pengenalan bagian awal cerita berupa konflik atau masalah yang terjadi.
Orientasi terdapat pada saat pangeran ingin menemukan seorang istri yang sempurna.

Komplikasi
Komplikasi terdapat pada bagian tengah drama, dan memuncaknya sebuah konflik.
Terjadi saat pengembara mengajukan pertanyaan pada nelayan, petani, dan pelayan terkait istri-istri mereka yang dinilai kurang sempurna.

Resolusi
Resolusi merupakan penutupan cerita berupa penyelesaian konflik yang terjadi dalam drama.
Resolusi terdapat saat pangeran mengetahui Puteri Rosa yang menyamar menjadi pengembara dan akhirnya ingin menikahinya.

F. Latar
Latar merupakan penulisan tempat, waktu atau suasana yang disebutkan.

Latar tempat : Taman istana, luar istana, rumah nelayan, rumah pak tani.
Latar waktu : Suatu ketika
Latar suasana : Menegangkan, Seru dan Bahagia

G. Kesimpulan

Teks drama tersebut menceritakan seorang pangeran bernama Athur yang sangat mendambakan seorang istri yang memiliki kesempurnaan. Namun, hal tersebut tidaklah mungkin terjadi dan kemudian dia menyadari kesalahannya. Sebab, cinta tersebut timbul dari perasaan yang tulus bukan karena cantik ataupun kaya.

Demikianlah Contoh dan Jawaban Soal Unsur-Unsur Drama, semoga bermanfaat

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter