Minggu, 25 Februari 2018

Menggunakan EYD (2)

Judul materi : Menggunakan EYD
Materi Kelas : Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6
Tema Materi : EYD
Ringkasan Materi : Penggunaan EYD, Huruf Kapital, Tanda baca, tanda Hubung

Menggunakan EYD
Penggunaan EYD disini misalnya pada penggunaan huruf capital dan tanda baca. Huruf kapital dapat digunakan sebagai berikut.
1.    Huruf Kapital
a.    Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama kata awal kalimat.
Contoh:
Selain buku juga penggaris yang dijual.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Mobil itu berjalan dengan cepat.
b.    Huruf  capital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
Ibu bertaya, “Kapan Yuni pergi?”
“Kemarin yuni bertengkar dengan Dwi” kata Diana.
Pak Wanto berseru, “Rosid harus giat bekerja supaya memiliki tabungan yang banyak.”
c.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Imam Maliki
Nabi Ibrahim
Sultan Ageng Tirtayasa
Haji Abu Bakar
d.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya.
Contoh:
Allah
Yang Maha Kuasa
Yang Maha Agung
Alkitab
Weda
e.    1)    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Haji Umar Sahid
Mahaputra Yamin
Nabi Musa
Pangeran Antasari
Sultan Agung

Menggunakan EYD

2)    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar, kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Contoh:
Dia baru saja diangkat menjadi pangeran.
Ia berencana, tahun ini akan naik haji.
Sebelum pergi, ia menemui beberapa kiai.
Ia mendapat bintang mahaputra dari pemerintah
f.     Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya.
Contoh:
bulan Agustus             hari Natal
bulan Maulid            hari Lebaran
hari Nyepi            tahun Hijriah
hari Jumat            tarikh Masehi
g.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa sejarah.
Contoh:
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perang Gerilya
Perang Candu
Perang Dunia II
h.    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.
Contoh:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pertikaian masalah nuklir membawa resiko pecahnya perang dunia.
Pihak penjajah tertekan dengan perang gerilya pejuang Indonesia.
2.    Tanda Baca
Tanda baca adalah tanda yang dipakai di sistem ejaan (seperti titik, koma, titik dua). Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan kata  dan kalimat dalam bentuk tulisan serta penggunaan tanda baca. Tanda baca ada bermacam-macam antara lain sebagai berikut.
a.    Tanda titik (.)
    Berikut beberapa penggunaan tanda titik (.).
1)    Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:
Sigit tinggal di Jakarta.
Biarlah mereka duduk di sana.
Pak Wanto menanyakan siapa yang akan pulang.
2)    Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik.
Contoh:
Ia memerlukan meja, kursi, dsb.
Dia mengatakan, “tangan saya sakit.”
Skripsi itu disusun oleh Drs. Rahmanto, M.M.
3)    Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh:
Pukul 2.30.10 (pukul 2 lewat 30 menit 10 detik atau pukul 2, 30 menit, 10 detik)
4)    Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Contoh:
1.30.15 (1 jam, 30 menit, 15 detik)
0.10.20 jam (10 menit, 20 menit)
0.0.20 jam (20 detik)
5)    Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh:
Desa itu berpenduduk 25.100 orang.
Sisiwa yang tidak lulus perguruan tinggi negeri 4.000 orang.
Penduduk Surabaya lebih dari 12.000.000 orang.
b.    Tanda koma (,)
    Berikut beberapa penggunaan tanda koma (,).
1)    Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Contoh:
Ia membeli kertas, pena, dan tinta.
Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
Satu, dua, ... tiga!
2)    Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.
Contoh:
Saya akan membeli buku-buku novel, tetapi kau yang memilihnya.
Andri bukan anak saya, melainkan anak Pak Rahmat.
Semua mahasiswa harus hadir, kecuali yang tidak lulus MID.
Dia senang membaca cerita pendek, sedangkan adiknya suka membaca puisi.
c.    Tanda titik dua (: )
Aturan penggunaan tanda baca titik dua (:) adalah sebagai berikut.
1)    Titik dua dipakai pada akhir kalimat yang diikuti pemerian atau  rangkaian.
Contoh:
Ibu membeli sayur-mayur: kol,wortel, seledri, dan buncis.
2)    Titik dua dipakai sesudah kata yang memerlu kan pemeriaan rangkaian.
Contoh:
Tempat : Ruang Aula
Hari  : Senin, 2 Oktober 2003
Waktu : 09.30
3)    Titik dua dipakai dalam teks percakapan.
Contoh:
Irma : "Apa kabar?"
Nuri : "Baik-baik saja."
d.    Tanda titik koma (;)
Berikut beberapa penggunaan tanda titik koma (;).
1)    Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
Contoh:
Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik bermain di teras depan; saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan lagu-lagu kesayangan.
Hari sudah malam; anak-anak maish membaca buku-buku yang baru dibelinya.
2)    Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat ang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan dan.
Contoh:
Warga Negara Indonesia;
Berijazah sarjana (S1) sekurang-kurangnya;
Berbadan sehat;
3)    Tanda titik koma digunakan utnuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.
Contoh:
Kakak membeli buku; tas; pensil; baju; celana; kaos; gula; garam; penyedap rasa.
Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua; sekretaris; bendahara; penyusunan program kerja; anggaran dasa; dan anggaran rumah tangga; pendataan anggota; dokumentasi; asset organisasi.
e.    Tanda hubung (-)
Berikut beberapa penggunaan tanda titik hubung (-).
1)    Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh penggantian baris.
Contoh:
Di samping cara-cara lama itu ada ju-
ga cara yang baru untuk mengatasi persoalan itu.
Masalah itu segera saja di-
selesaikan agar tidak meresahkan.
2)    Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.
Contoh:
Kini ada cara yang baru untuk meng-
ukur panas.
Kukuran baru ini memudahkan kita me-
ngukur kelapa.
Senjata ini merupakan alat pertahan-
an yang modern.
3)    Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang
Contoh:
anak-anak
berulang-ulang
kehijau-hijauan
f.    Tanda pisah (-)
Berikut beberapa penggunaan tanda titik pisah (-).
1)    Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat.
Contoh:
Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
Kesuksesan itu-akan mudah didapat-jika kita tetap berusaha.
2)    Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Contoh:
Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah persepsi kita tentang alam semesta.
Gerakan pengutamaan Bahasa Indonesia___amanat Sumpah Pemuda-harus ditingkatkan.
3)    Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti 'sampai ke' atau 'sampai dengan'.
Contoh:
1901—1966
tanggal 15—20 April 1975
Jakarta—Surabaya
g.    Tanda tanya (?)
    Berikut beberapa penggunaan tanda tanya (?).
1)    Tanda tanya dipakai pada akhir tanya.
Contoh:
Kapan kamu berangkat?
Saudara tahu, bukan?
2)    Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:
Dia dilahirkan pada tahun 1512 (?).
Uangnya sebanyak 20 juta rupiah (?) hilang.
h.    Tanda seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:
Alangkah kejamnya peristiwa itu!
Bersihkan kamar itu sekarang juga!
Sampai hati benar dia meninggalkan buah hatinya!
Merdeka!
i.    Tanda petik ( “.. “)
Berikut beberapa penggunaan tanda petik (“..”).
1)    Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh:
Ibu berkata, “Bapak berangkat besok pagi.”
"Saya belum siap," kata Dina, "tunggu sebentar!"
Pasal 35 UUD 1945 berbunyi, "Bendera negara ialah Sang Saka Merah Putih."
2)    Tanda petik mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:
Bacalah "Rubrik Humor" dalam buku Dari Hal Sedih, dari Hal Senyum.
Makalah “Pembentukan Insan cerdas Kompetitif” menarik perhatian peserta seminar.
Sajak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5 buku itu.
j.    Tanda kurung ( ( ) )
    Berikut beberapa penggunaan tanda titik kurung (()).
1)    Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan.
Contoh:
Bagian Pengembangan sudah menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan).
Ia tidak membawa BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor)
Anak itu tidak memiliki KTP (kartu Tanda Penduduk)
2)    Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:
Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1956.
Keterangan itu (lihat Tabel 11) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.
3)    Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:
Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a).
Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Medan.
k.    Tanda garis miring (/)
    Berikut beberapa penggunaan tanda titik garis miring (/).
1)    Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.
Contoh:
No. 8/PK/2010
Jalan Kramat Raya IV/15
tahun anggaran 2009/2010
2)    Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap, dan ataupun.
Contoh:
dikirimkan lewat darat/laut    (dikirimkan lewat darat atau laut)
harganya Rp25000,00/lembar    (harganya Rp25000,00 tiap lembar)
Tindakan kejahatan dan/atau penganiayaan    ‘tindakan kejahatan dan penganiayaan, tindakan penganiayaan, atau tindak kejahatan’

Demikianlah Materi Bahasa Indonesia Tentang Menggunakan EYD. semoga bermanfaat

0 komentar

Posting Komentar